Sunday, March 22, 2020

5 Karakteristik Saham yang Kurang Bagus untuk di Investasikan


5 Ciri-Ciri Saham yang Kurang Bagus Di Investasikan

  1. Margin Laba / Keuntungan yang berkurang penurunan margin laba/keuntungan biasanya merupakan pertanda adanya masalah. Penurunan laba bersih per saham (EPS/Earning Per Share) dapat terjadi dalam penurunan kondisi ekonomi ketika penjualan turun, tetapi margin laba bersih harus tetap relatif utuh/stabil. Margin laba kotor (Gross Profit Margin) menurun mengidentifikasikan kekuatan menguasai pasar menurun, meningkatnya persaingan peningkatan struktur biaya produksi dan tanda tanda penurunan kualitas fundamental perusahaan. Penurunan margin bersih (npm/net profit margin) mengindikasikan masalah kualitas aset, masalah effisensi perusahaan dan kontrol pengeluaran yang buruk. Tingkat pertumbuhan biaya, terutama penjualan, umum, dan administrasi , harus tumbuh lebih rendah dari tingkat pertumbuhan penjualan produk perusahaan. Ketika pertumbuhan biaya sama atau melebihi pertumbuhan penjualan maka hal ini menandakan kontrol pengeluaran internal perusahaan tidak berfungsi. Perusahaan yang kegiatan bisnis utamanya merugi tidak boleh dibeli sahamnya untuk dimasukkan ke dalam portofolio investor.
  2. Earnings/ pendapatan perusahaan yang buruk jika pendapatan/ earning tampaknya tumbuh tetapi investor tidak melihat pertumbuhan arus kas yang cocok atau pertumbuhan book value yang cocok, itu pertanda bahwa earnings yang sedang dihhasilkan merupakan tipuan akuntansi. pembayaran dividen juga dapat mengurangi arus kas flow dan pertumbuhan book value kekayaan bersih perusahaan.
  3. Hasil Kinerja Bisnis/Laporan Keuangan Perusahaan yang tidak konsisten perusahaan yang mudah melakukan penghapusbukuan menimbulkan pertanyaan tentang nilai aset dan keputusan bisnis yang diambil dari waktu ke waktu. Tim manajemen perusahaan yang baik bereaksi dengan baik terhadap perubahan kondisi pasar dan mengelola bisnis mereka sesuai dengan perubahan. sementara tim manajemen perusahaan yang buruk membiarkan kondisi pasar menentukan hasil kinerja keuangan perusahaan mereka atau bahkan bisa lebih buruk. para investor sebaiknya disarankan mencari perusahaan yang memiliki profit margin, ROE, Asset, productivity dan valuation, expenses dan cash flows stabil atau bertumbuh konsisten setidaknya dalam waktu 5 tahun terakhir.
  4. Perusahaan terlalu sering akusisi perusahaan.tindakan akusisi dapat dilakukan karena berbagai alasan misalnya untuk menyingkirkan pesaing utama dari pasar dapat membenarkan akusisi. lihatlah riwayat akusisi perusahaan dan lihat apakah perusahaan tersebut membuat keputusan akusisi perusahaan yang bagus. Lihatlah lini produk yang dihasilkan, penerimaan pasar, dan budaya perusahaan lihat juga sejarah dan pertumbuhan goodwill,jika riwayat akusisi perusahaan membuat anda kawatir, maka hindari perusahaan tersebut
  5. Perusahaan kehilangan pangsa pasar. Beberapa perusahaan tampaknya terus menerus berusahan keras hanya untuk mempertahankan pangsa pasar produk barangnya atau jasanya dan hanya memiliki pangsa pasar yang kecil. Berkurangnya pangsa pasar produk adalah suatu bencana karena perusahaan kehilangan economies of scale (faktor faktor yang menyebabkan rata rata biaya produksi suatu barang semakin menurun ketika jumlah output yang di produksi semakin meningkat) dan pricing power ( istilah ekonomi yang menggambarkan pengaruh perubahan harga produk perusahaan terhadap kuantitas yang diminta produk tersebut)
Baca Juga :5 karakterisitik saham yang bagus
Previous Post
Next Post

0 comments: