Bagaimana Cara Membangun Mindset Seorang Investor Sukses?
Hai sobat investor kebanyakan keberhasilan seorang investor di pasar saham, bukan lah ditentukan dari kecanggihan analisa, maupun besarnya modal yang di miliki seorang investor, melainkan mindset atau pola pikir yang tepat. Apabila seorang investor memiliki kemampuan analisa yang baik dan di dukung dengan tools yang canggih, namun ternyata memiliki mindset yang salah dalam berinvestasi di pasar saham maka bisa di katakan akan percuma,
Untuk bisa menjadi seorang investor sukses, kita perlu memahami apa saja mindset seorang Value Investor.
1. Seorang Investor memiliki mindset seorang pemilik bisnis, ingat ketika kita akan membeli saham sebenarnya kita telah membeli bagian dari perusahaan tersebut, bukan hanya sekedar selembar kertas (saham) atau sembarang angka pada layar laptop atau hp anda.
Baca Juga: jenis jenis sektor saham
2.Seorang Investor juga senantiasa berpikir secara rasional. Berinvestasi di pasar saham bukanlah seperti orang yang pergi ke casino. Ketika orang pergi ke casino, semua orang ingin memenangkan uang tetapi mereka lebih banyak berspekulasi,. Namun lebih banyak orang pulang dengan jumlah unag yang lebih sedikit ketimbang mereka yang pulang dengan jumlah uang yang lebih banyak. Sayangnya di pasar saham banyak yang seperti itu, inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang yang memasuki pasar saham dengan harapan menghasilkan uang, tapi hanya sedikit yang berhasil melakukanya.
3.Seorang Investor memiliki orientasi jangka panjang. Seorang Value Investor tau bahwa dalam jangka pandek, pasar saham akan berfluktuasi. Namun dalam jangka panjang, Harga sahamnya akan mengikuti seiring fundamental perusahaanya yang bagus, sehingga akan senantiasa berpikir untuk jangka panjang.
Baca Juga:pengertian saham blue chip
4. Seorang Investor memiliki kesabaran untuk melihat harga sahamnya bertumbuh, Berinvestasi di pasar saham membutuhkan waktu untuk bisa bertumbuh. Namun sayangnya banyak investor yang tidak berhasil di pasar saham, bukan karena mereka tidak pandai menganalisa, melainkan karena mereka kurang sabar di pasar saham, Warrent Buffet sebagai Value Investor memahami betul bahwa dalam jangka pendek kita tidak bisa memprediksi pergerakan harga saham , banyak investor yang tidak sabar melihat harga sahamnya untuk bertumbuh akhirnya memilih untuk masuk ke saham saham yang sedang tinggi, berharap bahwa harga sahamnya akan naik lebih tinggi lagi, namun seringkali terjadi, harga sahamnya justru malah bergerak turun dan alhasil investor tersebut justru merugi dan menjual harga sahamnya di harga rendah.
Baca Juga:10 perusahaan yang rajin bagi dividen
Demikian sobat investor, selamat berinvestasi di pasar saham.

0 comments: