Hi moms...
Moment kehamilan pasti sangat ditunggu-tunggu
oleh semua pasangan yaa. Mengingat seberapa keras ikhtiar yang sudah dilakukan
mulai dari berdoa, konsultasi dengan dokter, hingga rutin behubungan suami
istri. Mendengar kabar bahwa moms positif hamil pasti menjadi moment paling
bahagia dan paling ditunggu oleh suami yang pasti tidak sabar untuk segera bisa
menggendong buah hati.
Namun apa jadinya jika janin yang sudah
dikandung mengalami keguguran? Hancur pastinya hati bunda dan ayah. Sementara
itu, dokter obgyn Dr. Valinda Riggins Nwadike, MD mengatakan keguguran tidak
bisa dicegah. Keguguran biasa terjadi pada kehamilan di minggu atau bulan awal
kehamilan.
Menurut Nwadike, faktor-faktor yang
menyebabkan sebagian besar keguguran tidak bisa dihindari. Termasuk juga
kelainan kromosom dan masalah perkembangan janin. Meski begitu, keguguran bukan
suatu hal yang tidak biasa. Sebab, kata Nwadike sekitar 10 persen kehamilan usia
awal berakhir dengan keguguran sebelum
usia kandungan mencapai dua puluh minggu.
"Sebab, banyak dari calon ibu yang enggak menyadari dia sedang hamil.
Meskipun keguguran sulit dicegah, akan jadi hal yang baik bila ibu bisa
melakukan berbagai hal agar kehamilan yang dimiliki lebih sehat. Ini bisa
menurunkan risiko keguguran dan risiko bayi lahir prematur," papar Nwadike
dilansir Health Line.
Nah, Bunda, berikut 11 cara cegah keguguran yang bisa dijadikan upaya untuk
menjaga janin tetap sehat dan lahir tanpa kurang suatu apapun.
1. Konsumsi asam folat
Studi menunjukkan, mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari bisa
mengurangi risiko cacat lahir yang bisa bikin keguguran. Asupan kaya asam folat
antara lain sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan seperti
kacang merah, asparagus, roti gandum, sereal, tomat, dan alpukat.
2. Konsumsi vitamin B
"Mulailah konsumsi vitamin B tiap hari sebelum Anda berniat untuk hamil.
Terus konsumsi selama kehamilan untuk manfaat terbesar, salah satunya mencegah
keguguran spontan," papar Nwadike.
3. Menerapkan gaya hidup sehat
Bunda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Nwadike menyarankan hindari
faktor risiko yang sudah pasti enggak sehat untuk perencanaan hamil juga
mencegah keguguran alami.
"Faktor risiko yang tidak sehat dan perlu dihindari yaitu merokok, menjadi
perokok pasif, minum alkohol, memakai obat tertentu sembarangan, dan tidak
membatasi asupan kafein. Ibu hamil disarankan maksimal konsumsi kafein 300 mg
per hari," terang Nwadike.
Selain menghindari faktor risiko, Bunda juga bisa meningkatkan kesehatan
kehamilan salah satunya cegah keguguran dini. Caranya, dengan olahraga teratur,
cukup tidur, konsumsi makanan sehat dan seimbang selama hamil, memiliki
pertambahan berat badan yang sehat. Sebab, obesitas atau bobot berlebih saat hamil
bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.
4. Cegah infeksi
Infeksi yang
kemudian tersalur ke janin bisa membuat perkembangan janin enggak optimal,
bahkan ketika enggak bertahan, janin bakal keguguran. Untuk itu, cegah infeksi
salah satunya dengan rutin cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.
Terutama sebelum dan setelah makan.
"Cara ini bisa membantu ibu hamil terhindari dari penyakit infeksi seperti
flu dan radang paru-paru yang mudah menyebar dan pada ibu hamil bisa
menyebabkan dampak fatal," terang Nwadike.
5. Vaksinasi
Ibu hamil penting mendapat vaksin, salah satunya vaksin flu. Sebab, penyakit
infeksi bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin, Bun.
6. Kelola kondisi kronis
Bunda punya penyakit kronis seperti diabetes, masalah autoimun, dan tekanan
darah tinggi? Sebaiknya konsul ke dokter untuk mencegah hal yang tak diinginkan
termasuk keguguran dini. Mengelola penyakit kronis yang dimiliki, kata Nwadike
bisa membantu mencegah keguguran.
7. Lakukan seks dengan aman
Beberapa penyakit menular seksual alias PMS
bisa menyebabkan komplikasi kehamilan. Maka dari itu, Nwadike bilang baiknya
pasangan suami istri melakukan cek apakah memiliki PMS atau tidak sebelum
memulai program hamil. Jika Bunda sudah hamil, lakukan tes PMS ini secepatnya
ya.
"Saat hamil, hindari melakukan seks oral atau seks anak untuk mengurangi
risiko terkena PMS," ujar Nwadike.
8. Hindari radiasi
Selama hamil, sebisa mungkin hindari sinar radiasi dan zat kimia beracun
seperti arsenik, timbal, formaldehid, benzena, dan etilen oksida. Kecuali jika
ibu hamil butuh proses radiasi misalnya X-ray atau CT scan untuk penunjang
diagnosa medis, pastinya dokter sudah mempertimbangkan hal itu.
9. Lakukan perawatan
Kata Gaither, Bunda bisa juga melakukan perawatan khusus untuk perut agar tetap
aman saat hamil. Caranya gimana? Gaither bilang hindari olahraga yang punya
risiko cedera lebih tinggi. Misalnya olahraga yang membutuhkan kontak, basket,
dan ski.
Baiknya, lakukan olahraga yang relatif aman seperti jalan kaki, jalan santai,
berenang, yoga, dan jogging. Jika Bunda terbiasa menyetir, sebaiknya kalau ada
orang minta disupiri dulu saja sementara. Ini untuk mengurangi risiko kelelahan
dan kemungkinan cedera. Tapi, jika Bunda sudah terbiasa nyetir mobil, selalu
gunakan sabuk pengaman.
Begitu juga kalau sering melakukan perjalanan
dengan pesawat misalnya. Selain membawa surat persetujuan terbang dari dokter,
Bunda perlu membawa maternity belt untuk menyangga perut. Sehingga, perjalanan
Bunda bisa lebih nyaman.
10. Jangan sembarang minum obat
Pusing, diare, atau pegal bisa dialami ibu hamil. Untuk meredakannya, kadang
Bunda minum obat yang dijual di pasaran. Untuk menghindari hal yang tak
diinginkan, misalnya keguguran, konsultasikan dulu dengan dokter.
"Bahkan di awal kehamilan Anda bisa tanya ke dokter apa obat yang ada di
pasaran yang bisa diminum untuk mengurangi keluhan saat hamil yang umum
terjadi. Jangan asal konsumsi obat ya," pesan Gaither.
11. Cegah keguguran berulang
Risiko Bunda keguguran jika sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran
meningkat. Maka dari itu, ketika tahu penyebab keguguran, baiknya Bunda
ingat-ingat. Misalnya, Bunda tahu nih bahwa keguguran sebelumnya disebabkan
respons autoimun atau hormon yang enggak seimbang.
"Segera cari pertolongan dokter untuk mengatasi kondisi yang mendasari
itu. Setelah hamil, dapatkan perawatan prenatal secara komprehensif dan sedini
mungkin untuk meningkatkan peluang ibu punya kehamilan yang sehat," papar
Gaither.
Nwadike mengatakan, ada beberapa kondisi yang perlu Bunda pahami sebagai gejala
keguguran. Jika mengalami ini, akan lebih aman bila segera cek ke dokter atau
UGD, Bun. Tanda-tanda tersebut adalah.
- Ada flek
darah selama tiga hari atau lebih
- Perdarahan disertai gumpalan darah atau suatu jaringan
- Kram perut sedang atau parah, juga nyeri di punggung juga bagian bawah perut
- Penurunan berat badan secara drastis
- Bertambahnya cairan di vagina
- Berkurangnya tanda-tanda kehamilan seperti payudara yang lebih lembut, mual,
atau muntah.

0 comments: