Friday, August 13, 2021

Ibu Hamil! Wajib Perhatikan Ini Sebelum Berakhir Fatal dan Keguguran


Hi moms...

Moment kehamilan pasti sangat ditunggu-tunggu oleh semua pasangan yaa. Mengingat seberapa keras ikhtiar yang sudah dilakukan mulai dari berdoa, konsultasi dengan dokter, hingga rutin behubungan suami istri. Mendengar kabar bahwa moms positif hamil pasti menjadi moment paling bahagia dan paling ditunggu oleh suami yang pasti tidak sabar untuk segera bisa menggendong buah hati.

Namun apa jadinya jika janin yang sudah dikandung mengalami keguguran? Hancur pastinya hati bunda dan ayah. Sementara itu, dokter obgyn Dr. Valinda Riggins Nwadike, MD mengatakan keguguran tidak bisa dicegah. Keguguran biasa terjadi pada kehamilan di minggu atau bulan awal kehamilan.

Menurut Nwadike, faktor-faktor yang menyebabkan sebagian besar keguguran tidak bisa dihindari. Termasuk juga kelainan kromosom dan masalah perkembangan janin. Meski begitu, keguguran bukan suatu hal yang tidak biasa. Sebab, kata Nwadike sekitar 10 persen kehamilan usia awal berakhir dengan keguguran sebelum usia kandungan mencapai dua puluh minggu.

"Sebab, banyak dari calon ibu yang enggak menyadari dia sedang hamil. Meskipun keguguran sulit dicegah, akan jadi hal yang baik bila ibu bisa melakukan berbagai hal agar kehamilan yang dimiliki lebih sehat. Ini bisa menurunkan risiko keguguran dan risiko bayi lahir prematur," papar Nwadike dilansir Health Line.

Nah, Bunda, berikut 11 cara cegah keguguran yang bisa dijadikan upaya untuk menjaga janin tetap sehat dan lahir tanpa kurang suatu apapun.

1. Konsumsi asam folat

Studi menunjukkan, mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari bisa mengurangi risiko cacat lahir yang bisa bikin keguguran. Asupan kaya asam folat antara lain sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan seperti kacang merah, asparagus, roti gandum, sereal, tomat, dan alpukat.

2. Konsumsi vitamin B

"Mulailah konsumsi vitamin B tiap hari sebelum Anda berniat untuk hamil. Terus konsumsi selama kehamilan untuk manfaat terbesar, salah satunya mencegah keguguran spontan," papar Nwadike.

3. Menerapkan gaya hidup sehat

Bunda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Nwadike menyarankan hindari faktor risiko yang sudah pasti enggak sehat untuk perencanaan hamil juga mencegah keguguran alami.

"Faktor risiko yang tidak sehat dan perlu dihindari yaitu merokok, menjadi perokok pasif, minum alkohol, memakai obat tertentu sembarangan, dan tidak membatasi asupan kafein. Ibu hamil disarankan maksimal konsumsi kafein 300 mg per hari," terang Nwadike.

Selain menghindari faktor risiko, Bunda juga bisa meningkatkan kesehatan kehamilan salah satunya cegah keguguran dini. Caranya, dengan olahraga teratur, cukup tidur, konsumsi makanan sehat dan seimbang selama hamil, memiliki pertambahan berat badan yang sehat. Sebab, obesitas atau bobot berlebih saat hamil bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.

4. Cegah infeksi

Infeksi yang kemudian tersalur ke janin bisa membuat perkembangan janin enggak optimal, bahkan ketika enggak bertahan, janin bakal keguguran. Untuk itu, cegah infeksi salah satunya dengan rutin cuci tangan pakai sabun sesering mungkin. Terutama sebelum dan setelah makan.

"Cara ini bisa membantu ibu hamil terhindari dari penyakit infeksi seperti flu dan radang paru-paru yang mudah menyebar dan pada ibu hamil bisa menyebabkan dampak fatal," terang Nwadike.

5. Vaksinasi

Ibu hamil penting mendapat vaksin, salah satunya vaksin flu. Sebab, penyakit infeksi bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin, Bun.

6. Kelola kondisi kronis

Bunda punya penyakit kronis seperti diabetes, masalah autoimun, dan tekanan darah tinggi? Sebaiknya konsul ke dokter untuk mencegah hal yang tak diinginkan termasuk keguguran dini. Mengelola penyakit kronis yang dimiliki, kata Nwadike bisa membantu mencegah keguguran.

7. Lakukan seks dengan aman

Beberapa penyakit menular seksual alias PMS bisa menyebabkan komplikasi kehamilan. Maka dari itu, Nwadike bilang baiknya pasangan suami istri melakukan cek apakah memiliki PMS atau tidak sebelum memulai program hamil. Jika Bunda sudah hamil, lakukan tes PMS ini secepatnya ya.

"Saat hamil, hindari melakukan seks oral atau seks anak untuk mengurangi risiko terkena PMS," ujar Nwadike.

8. Hindari radiasi

Selama hamil, sebisa mungkin hindari sinar radiasi dan zat kimia beracun seperti arsenik, timbal, formaldehid, benzena, dan etilen oksida. Kecuali jika ibu hamil butuh proses radiasi misalnya X-ray atau CT scan untuk penunjang diagnosa medis, pastinya dokter sudah mempertimbangkan hal itu.

9. Lakukan perawatan

Kata Gaither, Bunda bisa juga melakukan perawatan khusus untuk perut agar tetap aman saat hamil. Caranya gimana? Gaither bilang hindari olahraga yang punya risiko cedera lebih tinggi. Misalnya olahraga yang membutuhkan kontak, basket, dan ski.

Baiknya, lakukan olahraga yang relatif aman seperti jalan kaki, jalan santai, berenang, yoga, dan jogging. Jika Bunda terbiasa menyetir, sebaiknya kalau ada orang minta disupiri dulu saja sementara. Ini untuk mengurangi risiko kelelahan dan kemungkinan cedera. Tapi, jika Bunda sudah terbiasa nyetir mobil, selalu gunakan sabuk pengaman.

Begitu juga kalau sering melakukan perjalanan dengan pesawat misalnya. Selain membawa surat persetujuan terbang dari dokter, Bunda perlu membawa maternity belt untuk menyangga perut. Sehingga, perjalanan Bunda bisa lebih nyaman.

10. Jangan sembarang minum obat

Pusing, diare, atau pegal bisa dialami ibu hamil. Untuk meredakannya, kadang Bunda minum obat yang dijual di pasaran. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, misalnya keguguran, konsultasikan dulu dengan dokter.

"Bahkan di awal kehamilan Anda bisa tanya ke dokter apa obat yang ada di pasaran yang bisa diminum untuk mengurangi keluhan saat hamil yang umum terjadi. Jangan asal konsumsi obat ya," pesan Gaither.

11. Cegah keguguran berulang

Risiko Bunda keguguran jika sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran meningkat. Maka dari itu, ketika tahu penyebab keguguran, baiknya Bunda ingat-ingat. Misalnya, Bunda tahu nih bahwa keguguran sebelumnya disebabkan respons autoimun atau hormon yang enggak seimbang.

"Segera cari pertolongan dokter untuk mengatasi kondisi yang mendasari itu. Setelah hamil, dapatkan perawatan prenatal secara komprehensif dan sedini mungkin untuk meningkatkan peluang ibu punya kehamilan yang sehat," papar Gaither.

Nwadike mengatakan, ada beberapa kondisi yang perlu Bunda pahami sebagai gejala keguguran. Jika mengalami ini, akan lebih aman bila segera cek ke dokter atau UGD, Bun. Tanda-tanda tersebut adalah.

- Ada flek darah selama tiga hari atau lebih
- Perdarahan disertai gumpalan darah atau suatu jaringan
- Kram perut sedang atau parah, juga nyeri di punggung juga bagian bawah perut
- Penurunan berat badan secara drastis
- Bertambahnya cairan di vagina
- Berkurangnya tanda-tanda kehamilan seperti payudara yang lebih lembut, mual, atau muntah.

 

Previous Post
Next Post

0 comments: