Sejarah Lo Kheng Hong Sang Value Investor
Didunia pasar modal sudah tidak asing lagi bila mendengar lo kheng hong sebagai investor yang sukses, lo kheng hong memulai menjadi seorang investor pada tahun 1989 di usia yang sudah tidak muda lagi yaitu pada usia 30 tahun, sangat berbeda dengan warrent buffet yang pertama kali membeli saham pada usia 11 tahun. Tepatnya pada tahun 1996 lo kheng hong berhenti bekerja dan berkonsentrasi sepenuhnya menjadi seorang investor. Saham yang pertama ia beli adalah saham PT. Gajah Surya Multi Finance saat IPO.
Baca juga: berinvestasi dengan prinsip syariah
lo kheng hong memiliki prinsip dalam berinvestasi yang bisa sobat investor terapkan yaitu selalu berusaha hidup sederhana dengan tidak membeli barang barang yang nilai nya akan turun, lalu tidak pernah meletakkan uang dalam jumlah besar di rekening bank, karena lo kheng hong mempunyai keyakinan apabila ia menaruh uang nya di bank ia akan mengalami kerugian karena bunga yang di terima nya kecil sangat berbeda sekali dengan ia meletakkan uang nya di saham tentunya return yang akan di terima jauh lebih besar apalagi jika perusahannya selalu bertumbuh.
Prinsip memilih saham lo kheng hong, dalam membeli saham lo kheng hong yang pertama kali akan dilihat adalah manajemenya apakah dikelola oleh orang yang jujur, profesional dan berintegrasi. lalu yang kedua memperhatikan masa depan dari perusahaanya apakah perusahanya untuk 5-10 tahun kedepan akan tetap eksis. yang ketiga mencari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan ROE. keempat memilih perusahaan yang akan bertumbuh dalam jangka panjang.dan yang terakhir mencermati valuasi dari PER dan PBV, lalu bandingkan pada kompetitornya . belilah yang murah
Baca juga: ada 3 jenis investasi yang terpopuler
Pada tahun 2012 lo kheng hong mengelola sekitar 30 jenis saham dan yang terbaru pada tahun 2020 lo kheng hong memborong 942 juta saham BMTR walaupun MNCN anak perusahaan dari BMTR sedang digugat pailit namun lo kheng hong memborong saham tersebut.
Baca juga:bagaimana cara memulai berinvestasi

0 comments: